Muhidi: Hari Jadi ke-357 Jadi Momentum Perkuat Kolaborasi dan Kemajuan Kota Padang

PADANG, EXSPOSEDID — Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menghadiri Sidang Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-357 Kota Padang di Gedung DPRD Kota Padang, Jumat (7/8/2026).

Peringatan hari jadi tahun ini menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang Kota Padang sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.

Muhidi mengatakan, usia 357 tahun bukan sekadar angka, tetapi merupakan bagian dari perjalanan sejarah yang penuh makna. Berbagai capaian pembangunan yang telah diraih harus menjadi motivasi untuk terus menghadirkan inovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Hari jadi Kota Padang harus menjadi penyemangat bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, serta bersama-sama membangun kota ini agar semakin maju, nyaman dihuni, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Muhidi.

Menurutnya, pembangunan Kota Padang ke depan perlu terus diarahkan pada penguatan berbagai sektor strategis, mulai dari pendidikan, ekonomi, pariwisata hingga infrastruktur.

Ia juga mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Sinergi seluruh elemen dinilai penting agar berbagai potensi daerah dapat dikelola secara optimal dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

“Dengan semangat kebersamaan, saya yakin Kota Padang akan terus tumbuh menjadi kota yang maju, berdaya saing, serta mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya. Mari jadikan Hari Jadi ke-357 ini sebagai langkah awal untuk menghadirkan masa depan Kota Padang yang lebih gemilang,” tuturnya.

Muhidi turut mengajak masyarakat meningkatkan rasa memiliki terhadap Kota Padang sekaligus menjaga nilai-nilai budaya Minangkabau sebagai bagian penting dari identitas daerah.

Ia berharap Kota Padang semakin kuat sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, pendidikan, dan pariwisata di wilayah barat Indonesia serta terus menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Barat.

“Selamat Hari Jadi Kota Padang ke-357 tahun. Semoga Kota Padang semakin maju, tangguh, berdaya saing, dan sejahtera,” pungkasnya. (hen/ril)

Muhidi: Kuliner Bukan Hanya Soal Ekonomi, Tapi Juga Identitas dan Kepedulian

PADANG, EXSPOSEDID – Tradisi Padang Bajamba kembali menjadi sorotan dalam kegiatan Padang Bajamba – Road to Gastronomy City Charity yang digelar di Gedung Youth Center Kota Padang, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-357 tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Muhidi bersama Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria.

Kehadiran pimpinan DPRD Sumbar menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan yang menggabungkan pelestarian budaya, pengembangan kuliner daerah dan kepedulian sosial.

Padang Bajamba sendiri merupakan salah satu tradisi khas Minangkabau yang memiliki nilai kuat tentang kebersamaan dan gotong royong. Tradisi makan bersama ini bukan sekadar aktivitas menikmati hidangan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarmasyarakat.

Melalui konsep Road to Gastronomy City Charity, nilai-nilai tersebut dikembangkan menjadi sebuah gerakan yang menghubungkan kekayaan kuliner Sumatera Barat dengan aksi kemanusiaan.

Ketua DPRD Sumbar Muhidi mengatakan, kegiatan yang mengangkat budaya lokal patut terus didukung. Menurutnya, tradisi dan kuliner daerah memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya sekaligus membangun kepedulian sosial.

“Budaya dan kuliner bukan hanya warisan yang harus dijaga, tetapi juga dapat menjadi kekuatan untuk mempererat kebersamaan dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Muhidi menilai, kuliner Sumatera Barat memiliki potensi besar untuk dikembangkan, tidak hanya dari sisi ekonomi dan pariwisata, tetapi juga sebagai bagian dari identitas masyarakat Minangkabau.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria menyebut kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan kuliner Sumatera Barat kepada masyarakat yang lebih luas.

Menurutnya, tradisi Padang Bajamba memiliki pesan yang relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini, terutama tentang pentingnya kebersamaan dan saling berbagi.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Padang Bajamba, dari tradisi untuk kebersamaan, dari kuliner untuk kemanusiaan.”

Tema itu menggambarkan upaya menjadikan budaya dan kuliner bukan hanya sebagai warisan masa lalu, tetapi juga sebagai sarana membangun kepedulian dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain memperkuat nilai budaya, kegiatan ini sekaligus mendukung langkah Kota Padang dalam mengembangkan potensi gastronomi sebagai kekuatan baru pariwisata dan ekonomi daerah.

Dengan kekayaan kuliner yang dimiliki, Sumatera Barat dinilai memiliki modal kuat untuk menjadikan gastronomi sebagai bagian dari identitas daerah yang mampu dikenal lebih luas, sekaligus membawa pesan kebersamaan dan kemanusiaan. (hen/ril)