Transformasi Layanan Pertanahan, BPN Prabumulih Siap Terapkan Sistem Terjadwal

PRABUMULIH, EXSPOSEDID – Kepala Kantor Pertanahan Kota Prabumulih, Joni Efendi, S.H., M.Kn bersama seluruh jajaran menghadiri kegiatan sosialisasi pengukuran terjadwal yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sumatera Selatan, Senin (7/4).

Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari upaya mendukung percepatan sekaligus transformasi layanan pertanahan di lingkungan Kanwil BPN Sumatera Selatan. Melalui sosialisasi tersebut, diharapkan terjadi peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat dengan mengedepankan sistem yang lebih terencana, terukur, dan berbasis inovasi.

Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Selatan, Ir. Rahmat, A.Ptnh., M.M., QRMO., CODP., C.Med., dalam arahannya menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap mekanisme pengukuran terjadwal. Ia berharap seluruh jajaran dapat segera mengimplementasikan sistem tersebut secara optimal guna mewujudkan pelayanan pertanahan yang lebih cepat, transparan, dan profesional.

“Melalui pengukuran terjadwal ini, kita ingin memastikan setiap proses berjalan lebih efektif dan memberikan kepastian layanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Pertanahan Kota Prabumulih turut didampingi oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, Kepala Seksi Survei dan Pemetaan, serta Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran beserta jajaran.

Dengan adanya sosialisasi ini, Kantor Pertanahan Kota Prabumulih diharapkan semakin siap dalam mengimplementasikan transformasi layanan pertanahan yang modern dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (ril)

Satops Patnal Jadi Garda Depan, Lapas Pamekasan Tegaskan Komitmen Bersih

SIDOARJO, EXSPOSEDID – Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pamekasan mengikuti kegiatan pengukuhan Petugas Satuan Operasi Kepatuhan Internal (Satops Patnal) di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan apel pagi yang digelar di Lapangan Kanwil, Rabu (8/4).

Pengukuhan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjen PAS Jawa Timur, Kadiyono. Dalam kesempatan itu, ia secara resmi mengukuhkan para petugas Satops Patnal sebagai garda terdepan dalam pengawasan internal di lingkungan pemasyarakatan.

Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat integritas serta memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Lapas Kelas IIA Pamekasan turut ambil bagian dengan mengirimkan empat personel untuk dikukuhkan sebagai Petugas Satops Patnal. Keikutsertaan tersebut menjadi bentuk komitmen dalam meningkatkan pengawasan dan penegakan disiplin di lingkungan kerja.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Kepala Lapas Pamekasan, Syukron Hamdani. Ia menegaskan bahwa pengukuhan Satops Patnal bertujuan mengantisipasi serta menindak berbagai praktik pelanggaran, seperti pungutan liar, penyalahgunaan wewenang, hingga pelanggaran disiplin lainnya.

“Dengan adanya Satops Patnal yang telah dikukuhkan, diharapkan mampu meningkatkan kedisiplinan serta memastikan seluruh petugas melaksanakan tugas sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat. Hal ini mencerminkan komitmen seluruh jajaran pemasyarakatan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. (ril)

Potensi Besar Udang Vaname, DPRD Sumbar Siapkan Rekomendasi Strategis

PADANG, EXSPOSEDID – Tim Ahli DPRD Provinsi Sumatera Barat menggelar rapat rutin guna membahas potensi strategis peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui produksi pembenihan udang vaname di UPTD BPBALP Instalasi Sungai Nipah, Rabu (8/4), bertempat di ruang rapat khusus II DPRD Sumbar.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Tim Ahli DPRD Sumbar, HM Nurnas, dan dihadiri oleh seluruh anggota tim ahli.

Dalam pertemuan itu, berbagai aspek pengembangan sektor perikanan, khususnya pembenihan udang vaname, menjadi fokus utama pembahasan.

Diskusi yang berlangsung intens ini menyoroti pentingnya optimalisasi fasilitas dan sumber daya yang dimiliki UPTD BPBALP Instalasi Sungai Nipah sebagai salah satu sentra potensial dalam mendukung peningkatan produksi benih udang berkualitas.

“Kita optimis upaya tersebut dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan PAD Sumatera Barat,” ujar HM Nurnas.

Selain itu, rapat juga menekankan perlunya sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan stakeholder terkait dalam mendorong pengembangan sektor perikanan yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran sektor perikanan sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui pembahasan ini, Tim Ahli DPRD Sumbar berharap dapat merumuskan rekomendasi konkret yang mampu meningkatkan kontribusi sektor perikanan terhadap PAD serta mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir di Sumatera Barat. (ril/dprd_sumbar)

Di Tengah Keterbatasan Anggaran, DPRD Sumbar Fokus Kawal RKPD 2027

PADANG, EXSPOSEDID – DPRD Provinsi Sumatera Barat berkomitmen untuk mengawal penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di tengah tekanan anggaran dan tingginya kebutuhan anggaran pemulihan pascabencana.

Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, mengatakan perencanaan pembangunan tidak boleh sekadar selaras dengan kebijakan nasional, tetapi harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“RKPD tidak boleh hanya menjadi dokumen administratif. Program yang disusun harus tepat sasaran dan memberikan dampak nyata, terutama dalam pemulihan pascabencana dan penguatan ekonomi daerah,” ujarnya saat

menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Sumbar 2027, Rabu (8/4) di gubenuran Sumbar.

Ia menjelaskan, penyusunan RKPD 2027 dihadapkan pada tantangan berat, terutama akibat meningkatnya tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik.

Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya keuangan daerah, sehingga pemerintah dituntut lebih selektif dan efisien dalam mengalokasikan anggaran.

Di sisi lain, Sumatera Barat juga membutuhkan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologis tahun 2025, dengan estimasi kebutuhan anggaran mencapai Rp22 triliun dari total kerugian sebesar Rp33,5 triliun

“Ini bukan angka kecil. Dibutuhkan terobosan kebijakan dan sinergi semua pihak agar proses pemulihan dan pembangunan tetap berjalan optimal,” tegasnya.

Untuk itu, DPRD Sumbar mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, serta keterlibatan dunia usaha dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.

DPRD memastikan akan terus mengawal proses perencanaan agar menghasilkan kebijakan yang implementatif, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Sementara itu Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menekankan, tahun 2027 titik balik bagi Ranah Minang keluar dari rutinitas administratif menuju pola kerja kolaboratif.

Dengan semangat “Serempak Bergerak”, Pemprov Sumbar menargetkan investasi menyentuh Rp13,3 triliun tahun tersebut, guna memacu pertumbuhan ekonomi lebih progresif.

Mahyeldi mengakui, fondasi ekonomi Sumatera Barat saat ini tengah diuji akibat rentetan bencana hidrometeorologis.

Hingga akhir 2025, total kerugian tercatat mencapai Rp33,55 triliun, dengan wilayah terdampak utama seperti Kota Padang, Kabupaten Agam, dan Padang Pariaman yang berkontribusi lebih dari 40 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi.

Meski demikian, ia menyebut sejumlah indikator makro daerah masih menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 tercatat sebesar 77,27 atau berada di atas rata-rata nasional, sementara tingkat kemiskinan berhasil ditekan hingga 5,31 persen.

“Capaian ini menjadi modal penting bagi Sumatera Barat untuk melakukan lompatan pembangunan pada 2027,” katanya.

Untuk mendorong percepatan tersebut, Mahyeldi menekankan perlunya perubahan pola kepemimpinan di daerah. Ia meminta bupati dan wali kota berperan layaknya Chief Executive Officer (CEO) yang pro terhadap investasi.

Menurutnya, kepala daerah harus mampu menjadi problem solver di lapangan, terutama dalam memastikan kepastian tata ruang dan ketersediaan lahan bagi investor.

Wakil Gubernur Vasko Ruseimy memaparkan empat pilar strategis investasi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi daerah, yakni infrastruktur konektivitas, sektor maritim, energi terbarukan, dan pariwisata berkualitas.

Menurutnya, proyek strategis seperti Jalan Tol Padang–Pekanbaru sepanjang 255 kilometer tetap menjadi urat nadi logistik utama di Sumatera Barat.

Selain itu, potensi energi terbarukan di Ganggo Mudiak ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 dengan kapasitas 165 MWe. Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik senilai Rp2,79 triliun melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) juga menjadi prioritas untuk meningkatkan efisiensi logistik menuju Pelabuhan Teluk Bayur.

“Strategi yang kami usung adalah investasi padat karya.

Kami ingin setiap proyek tidak hanya membangun fisik, tetapi juga menjadi instrumen penyerapan tenaga kerja secara masif,” ujar Vasko.

Dari perspektif pemerintah pusat, Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Bappenas, Medrilzam, mengingatkan adanya potensi ancaman perubahan iklim, termasuk fenomena “Godzilla El Nino” pada 2026 yang dapat memicu kekeringan ekstrem.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi Sumatera Barat yang perekonomiannya masih didominasi sektor pertanian. (ril/dprd_sumbar)