Kunjungi Poskamling Kemang Tanduk, Kapolres Tekankan Pentingnya Ronda Malam

KEMANG TANDUK, EXSPOSEDID – Kapolres Prabumulih, AKBP Bobby Kusumawardhana, melaksanakan kegiatan Sambang Satkamling Keliling (Samling) di Poskamling Desa Kemang Tanduk, Jumat malam, (3/4/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mempererat sinergi antara Polri dan masyarakat.

Kedatangan Kapolres Prabumulih beserta jajaran disambut langsung oleh Kepala Desa Kemang Tanduk, Adi Darminto, bersama warga setempat yang turut aktif dalam menjaga lingkungan melalui kegiatan ronda malam.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Bobby Kusumawardhana mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Ia juga mengajak warga untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat sistem keamanan lingkungan melalui Satkamling.

“Peran serta masyarakat sangat penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Kami harap kegiatan ronda malam ini terus ditingkatkan,” ujar Kapolres.

Sementara itu, Kepala Desa Kemang Tanduk, Adi Darminto, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Kapolres beserta jajaran yang telah memberikan perhatian dan motivasi kepada warga dalam menjaga keamanan desa.

Kegiatan Samling ini diharapkan dapat terus memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat, serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga. (ril)

Sembunyikan Sabu di Balik Casing HP lalu Taruh di Pinggir Jalan, Kurir Narkoba di Prabumulih Tak Lolos dari Pengamatan Polisi

PRABUMULIH, EXSPOSEDID — Jajaran Polres Prabumulih di bawah naungan Polda Sumatera Selatan berhasil mengungkap modus baru peredaran narkotika jenis sabu dengan cara menyembunyikan barang bukti di dalam casing handphone dan menaruhnya di pinggir jalan sebagai titik transaksi.

    Dalam operasi yang dilaksanakan pada Kamis (2/4/2026) sekira pukul 10.30 WIB di Jalan Padat Karya, Perumahan BRI, Kelurahan Muara Dua Barat, Kecamatan Prabumulih Timur, petugas mengamankan tersangka berinisial G (29), seorang buruh warga Prabumulih.

    Pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat yang menyebut lokasi tersebut kerap dijadikan tempat transaksi narkotika. Menindaklanjuti informasi itu, Kasat Resnarkoba Muhammad Arafah memerintahkan tim untuk melakukan penyelidikan dan observasi di lapangan.

    Saat dilakukan pemantauan, petugas mencurigai gerak-gerik tersangka yang terlihat meletakkan sebuah handphone di pinggir jalan. Petugas kemudian mengamankan tersangka dan melakukan pemeriksaan terhadap barang tersebut.

    Hasil pemeriksaan mengungkap adanya satu paket sabu seberat bruto 1,78 gram yang disembunyikan di balik casing bagian belakang handphone, dibungkus menggunakan kertas timah rokok.

    Berdasarkan pengakuan tersangka, sabu tersebut merupakan miliknya yang akan diserahkan kepada seorang pembeli berinisial R dengan harga Rp300.000 melalui metode tanpa tatap muka langsung.

    Barang bukti yang berhasil diamankan meliputi satu paket sabu, satu unit handphone merek Realme warna biru, satu lembar kertas timah rokok, serta satu lembar tisu putih.

    Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo. ketentuan KUHP yang berlaku, dengan ancaman pidana penjara minimal lima tahun.

    Kasat Resnarkoba Polres Prabumulih, Muhammad Arafah, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan yang terlibat.

    “Modus penyembunyian sabu di dalam casing handphone dan sistem penempatan di titik tertentu merupakan upaya pelaku untuk menghindari penangkapan. Namun anggota kami mampu mendeteksi gerakan mencurigakan tersebut. Kami akan terus mengembangkan kasus ini untuk menangkap pihak lain yang terlibat,” tegasnya.

    Kapolres Prabumulih, Bobby Kusumawardhana, menyatakan bahwa pengungkapan ini menunjukkan bahwa jaringan narkotika terus beradaptasi dengan berbagai modus baru.

    “Kami tidak hanya menindak pelaku, tetapi juga mempelajari setiap pola baru yang digunakan agar sistem deteksi kami semakin kuat. Kami mengajak masyarakat untuk terus aktif memberikan informasi,” ujarnya.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa Polda Sumsel akan terus meningkatkan metode penegakan hukum seiring perkembangan modus operandi pelaku.

    “Tidak ada modus yang tidak dapat kami ungkap. Kami akan terus bergerak dan memastikan peredaran narkotika di Sumatera Selatan dapat ditekan secara maksimal,” ujarnya.

    Saat ini, penyidik Satresnarkoba Polres Prabumulih masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan pemasok dan pembeli yang terlibat dalam kasus tersebut.

    Pengungkapan ini menegaskan komitmen Polda Sumatera Selatan dalam memberantas peredaran narkotika hingga ke berbagai lini serta memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga. (ril)

    Dukung Visi Presiden, Polda Sumsel Terjunkan Ribuan Personel Amankan Ibadah Paskah

    PALEMBANG, EXSPOSEDID— Polda Sumatera Selatan memperkuat stabilitas keamanan nasional sekaligus menjamin kebebasan beragama melalui pengamanan ketat rangkaian ibadah Jumat Agung 2026 di seluruh wilayah Sumatera Selatan. Langkah ini merupakan implementasi nyata kebijakan Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam mendukung agenda pemerintah menjaga toleransi dan kondusivitas nasional.

    Kapolda Sumsel, Sandi Nugroho, memastikan kehadiran negara melalui jajaran kepolisian untuk memberikan rasa aman kepada umat Kristiani yang menjalankan ibadah peringatan Wafatnya Yesus Kristus.

    Pengamanan berskala besar ini melibatkan sebanyak 2.671 personel gabungan yang terdiri dari 2.425 anggota Polri dan 246 personel TNI. Seluruh personel tersebut disiagakan untuk mengamankan 404 gereja yang tersebar di 17 kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan pada Jumat (3/4/2026).

    Monitoring langsung dilakukan oleh para pejabat utama kewilayahan guna memastikan seluruh prosedur pengamanan berjalan optimal. Kapolrestabes Palembang, Sonny Mahar Budi Adityawan, meninjau langsung situasi di sejumlah gereja besar, sementara Kapolres jajaran turut memimpin pengamanan di wilayah masing-masing.

    Pengamanan ini merupakan bagian dari Operasi Pengamanan Perayaan Paskah 2026 yang berlangsung selama empat hari, mulai dari Kamis Putih hingga Minggu Paskah. Di Kota Palembang sendiri, sebanyak 510 personel disiagakan untuk mengamankan 64 gereja, sementara wilayah lain seperti Banyuasin dan Musi Rawas juga mengerahkan ratusan personel sesuai kebutuhan wilayah.

    Dalam pelaksanaannya, Polda Sumsel mengedepankan langkah preemtif dan preventif secara humanis sesuai prinsip Presisi Polri. Tim Jibom dari Sat Brimob Polda Sumsel melakukan sterilisasi di setiap gereja sebelum ibadah dimulai guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

    Selain itu, personel di lapangan juga memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, termasuk pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi ibadah serta dukungan layanan kesehatan dari tim medis. Pendekatan ini memastikan tidak hanya keamanan, tetapi juga kenyamanan jemaat selama beribadah.

    Kapolrestabes Palembang menegaskan bahwa seluruh personel mengedepankan pendekatan humanis dalam bertugas.

    “Kami hadir sebagai pelayan dan pelindung masyarakat. Pengamanan dilakukan secara maksimal tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah,” ujarnya.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa pengamanan ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam menjaga stabilitas nasional.

    “Sinergi TNI-Polri dalam pengamanan ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir untuk menjamin kebebasan beragama dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” tegasnya.

    Dengan kesiapan personel dan dukungan seluruh elemen masyarakat, Polda Sumatera Selatan optimistis rangkaian ibadah Jumat Agung dan Paskah 2026 dapat berlangsung aman, damai, dan penuh toleransi.

    Pengamanan ini sekaligus memperkuat posisi Sumatera Selatan sebagai wilayah yang kondusif dan dikenal dengan predikat zero conflict, sehingga mendukung keberlanjutan pembangunan daerah dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. (ril)