Sinergi BPN Sumsel–Hutama Karya, Tol Palembang–Betung Ditarget Rampung 2026

PALEMBANG, EXSPOSEDID — Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sumatera Selatan, Ir. Rahmat, A.Ptnh., M.M., QRMO., CODP., C.Med., bersama jajaran menerima kunjungan perwakilan PT Hutama Karya (Persero), Kamis, (2/4/2026).

Kunjungan tersebut berlangsung dalam rangka audiensi guna memperkuat sinergi antara BPN Sumsel dan Hutama Karya dalam percepatan pembangunan infrastruktur strategis nasional, khususnya proyek jalan tol Palembang–Betung.

Pertemuan ini juga menjadi forum koordinasi untuk membahas perkembangan progres pekerjaan serta langkah percepatan penyelesaian proyek.

Dalam pertemuan tersebut, disampaikan bahwa progres pembangunan tol Palembang–Betung saat ini telah mencapai sekitar 98 persen hingga exit Tanjung Balai. Sementara itu, penyelesaian keseluruhan hingga exit Betung ditargetkan rampung 100 persen pada September 2026.

Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antar seluruh pihak terkait, terutama dalam aspek pengadaan tanah dan penyelesaian administrasi pertanahan yang menjadi salah satu faktor kunci kelancaran proyek.

Kepala Kanwil BPN Sumsel menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan proyek strategis nasional melalui optimalisasi layanan pertanahan.

“BPN Provinsi Sumatera Selatan berkomitmen penuh mendukung percepatan proyek strategis nasional, khususnya pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung. Melalui koordinasi yang solid dan optimalisasi pelayanan pertanahan, kami memastikan proses pengadaan tanah dapat berjalan lancar sehingga target penyelesaian proyek dapat tercapai tepat waktu,” ujarnya.

Melalui audiensi ini, diharapkan sinergi antara BPN Sumsel dan PT Hutama Karya (Persero) semakin kuat, sehingga pembangunan jalan tol Palembang–Betung dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera Selatan. (ril)

Dukung Visi Presiden, Polda Sumsel Terjunkan Ribuan Personel Amankan Ibadah Paskah

PALEMBANG, EXSPOSEDID— Polda Sumatera Selatan memperkuat stabilitas keamanan nasional sekaligus menjamin kebebasan beragama melalui pengamanan ketat rangkaian ibadah Jumat Agung 2026 di seluruh wilayah Sumatera Selatan. Langkah ini merupakan implementasi nyata kebijakan Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam mendukung agenda pemerintah menjaga toleransi dan kondusivitas nasional.

Kapolda Sumsel, Sandi Nugroho, memastikan kehadiran negara melalui jajaran kepolisian untuk memberikan rasa aman kepada umat Kristiani yang menjalankan ibadah peringatan Wafatnya Yesus Kristus.

Pengamanan berskala besar ini melibatkan sebanyak 2.671 personel gabungan yang terdiri dari 2.425 anggota Polri dan 246 personel TNI. Seluruh personel tersebut disiagakan untuk mengamankan 404 gereja yang tersebar di 17 kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan pada Jumat (3/4/2026).

Monitoring langsung dilakukan oleh para pejabat utama kewilayahan guna memastikan seluruh prosedur pengamanan berjalan optimal. Kapolrestabes Palembang, Sonny Mahar Budi Adityawan, meninjau langsung situasi di sejumlah gereja besar, sementara Kapolres jajaran turut memimpin pengamanan di wilayah masing-masing.

Pengamanan ini merupakan bagian dari Operasi Pengamanan Perayaan Paskah 2026 yang berlangsung selama empat hari, mulai dari Kamis Putih hingga Minggu Paskah. Di Kota Palembang sendiri, sebanyak 510 personel disiagakan untuk mengamankan 64 gereja, sementara wilayah lain seperti Banyuasin dan Musi Rawas juga mengerahkan ratusan personel sesuai kebutuhan wilayah.

Dalam pelaksanaannya, Polda Sumsel mengedepankan langkah preemtif dan preventif secara humanis sesuai prinsip Presisi Polri. Tim Jibom dari Sat Brimob Polda Sumsel melakukan sterilisasi di setiap gereja sebelum ibadah dimulai guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Selain itu, personel di lapangan juga memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, termasuk pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi ibadah serta dukungan layanan kesehatan dari tim medis. Pendekatan ini memastikan tidak hanya keamanan, tetapi juga kenyamanan jemaat selama beribadah.

Kapolrestabes Palembang menegaskan bahwa seluruh personel mengedepankan pendekatan humanis dalam bertugas.

“Kami hadir sebagai pelayan dan pelindung masyarakat. Pengamanan dilakukan secara maksimal tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa pengamanan ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam menjaga stabilitas nasional.

“Sinergi TNI-Polri dalam pengamanan ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir untuk menjamin kebebasan beragama dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” tegasnya.

Dengan kesiapan personel dan dukungan seluruh elemen masyarakat, Polda Sumatera Selatan optimistis rangkaian ibadah Jumat Agung dan Paskah 2026 dapat berlangsung aman, damai, dan penuh toleransi.

Pengamanan ini sekaligus memperkuat posisi Sumatera Selatan sebagai wilayah yang kondusif dan dikenal dengan predikat zero conflict, sehingga mendukung keberlanjutan pembangunan daerah dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. (ril)